10 Pertimbangan Sebelum Mulai Bisnis

Hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum memulai usaha.

 

1. GAIRAH: apakah saya punya passion dalam menjalankan bisnis ini?

 

2. KEMANTAPAN: pastikan kamu mempunyai kemantapan hati berlayar di perahu bisnis ini. Kesuksesan atau kegagalan dapat dipengaruhi oleh seberapa besar kemantapan hatimu disini.

3. MEMIKUL: seorang karyawan hanya memikul tanggung jawab seputar job desc yang ia jalani. Sedangkan kamu sebagai owner memiliki kapasitas lebih, perananmu lebih banyak (misalnya kamu tidak hanya berperan sebagai kepala penjualan/pemasaran, pencatat pembukuan, tapi juga “nahkoda kapal” (pemimpin perusahaan) yang berkuasa menggiring bisnismu ke mana arahnya.

 

4. MANAJEMEN RISIKO: berapa besar batasan risiko yang bisa kamu siapkan. Ina Garten, seorang penulis dan presenter program Food Network, mengatakan bahwa para wirausaha harus punya semangat yang cukup di saat mencoba 1000 usaha. Kamu mungkin barangkali mengalami masalah atau kegagalan, tapi kamu harus langsung bangkit dan menemukan jalan keluar. Tidak ada jaminan untuk sukses, bahkan tidak ada jaminan income yang stabil. Tapi jika kamu menghindari risiko, wirausaha mungkin saja bukan jalan hidup yang sesuai bagimu.

 

5. HAL TEKNIS: Sebelum memulai bisnis hendaknya kamu sudah mempersiapkan hal-hal yang berbau teknis seperti bagaimana customer handling, prosedur melaksanakan suatu pekerjaan. Persiapkan SOP (System Operating Procedure)-nya sebaik-baiknya. Seiring perjalanan waktu kamu bisa mengadakan perubahan SOP bila diperlukan. Yang penting berani lakukan trial and error dulu. Tidak usah menunggu SOP sempurna baru jalan. Baru setelah diujicoba kamu akan menemukan kelemahan sistem yang tengah berjalan, nah pada saat itulah kamu bisa melakukan perbaikan pada SOP perusahaanmu sehingga bisa berjalan lebih baik lagi.

 

6. KEUNIKAN: tonjolkan keunikan bisnismu dan juallah itu. Untuk dapat mengetahui di mana letak keunikan yang kamu punya, kamu harus bisa mengenali apa produk dan pasarmu.
Jadi, jangan sampai kamu menjual produk yang sama sekali tidak ada ciri khas atau keunikannya yang menjadi faktor pembeda antara tokomu dan toko sebelah. Pikirkan bagaimana orang lain bisa mengingat dan terus aware terhadap brand tokomu. Makin banyak orang yang aware terhadap tokomu atau bisnismu, makin ramailah order yang kamu terima.
7. NETWORKING: bangun jaringan seluas-luasnya yang sekiranya dapat memperkenalkan bisnismu ke sebanyak mungkin orang. Jangan pernah takut bertanya dan meminta pelajaran dari orang yang sudah lebih berpengalaman. Belajar dari kegagalan orang lain merupakan ilmu yang membantu kamu agar tidak mengulangi kejadian yang sama. Belajar dari keberhasilan orang lain adalah ilmu yang berguna untuk melesatkan bisnis barumu bisa berkembang lebih cepat.

 

8. STRATEGI PEMASARAN: gunakan sarana kehadiran media sosial dan promosi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran bisnismu. Sekarang orang tidak akan membeli apa yang mereka tidak tahu. Jadi pasarkan produk kamu dengan memberi pengetahuan lebih dulu. Edukasi pelanggan lebih dulu. Pemasaran dari mulut ke mulut semakin terbantu dengan kehadiran media sosial. Ambil bagian dalam kesempatan ikut pameran akan membuat promosi lebih efektif. Tidak usah gengsi atau malu. Bangun percaya diri dalam segala hal yang kamu lakukan.

 

9. X-FACTOR: Kesuksesan tiap orang memang berbeda-beda timingnya. ada yang cepat. ada yang lambat. Ada yang harus bolak-balik gagal dulu, baru berhasil. Teruslah berusaha sampai kamu berhasil. Ada orang yang menemukan faktor X setelah mereka terus mencoba banyak hal baru dan tidak langsung menyerah saat menjumpai kebuntuan atau halangan atau kegagalan. Banyak pengusaha yang ketika mulai berhasil (menuai sukses) di suatu bidang, maka saat itulah faktor X sudah mulai mereka temukan.
10. MENTAL: Persiapkan mental yang kuat. artinya tahan bantingan, selalu optimis, berpikir positif. Buanglah mental karyawan yang selalu mencari comfort zone. Kalau kamu sudah mau mulai berbisnis, kamu harus sudah siapkan mental pejuang, mental kuat karena kamu sudah tidak ada lagi gaji bulanan, income kamu jadi tidak pasti, bisa naik bisa turun; dan kenaikan keuntungan tergantung dari bisnismu sendiri. Termasuk harus siap mental menanggung risiko sebagai jaga-jaga kalau saja sampai harus menanggung kerugian daripada keuntungan.

 

Well, gimana apa kamu sudah siap? Ayo siapkan dirimu mulai dari sekarang. Sekarang setelah kamu mengetahui 10 pertimbangan yang sudah kita bahas di atas, yang lebih penting adalah mengambil ACTION dan jangan terlalu banyak berpikir atau terlalu banyak pertimbangan, nanti malah kamu takkan pernah siap memulainya. Tapi juga jangan bermodalkan TEKAD saja, nanti kesannya kamu seolah-olah hanya modal nekat, gegabah, grusa-grusu tanpa unsur kehati-hatian. Persiapkan sebaik mungkin manajemen risikonya. Persiapkan Plan B bila seandainya dalam perjalanannya bisnis merugi maka langkah apa yang harus kamu lakukan untuk menyelamatkan kapal bisnismu atau paling tidak sanggup bertahan lebih lama, sambil terus berjuang meraih keberhasilan atau keuntungan. Ingat, bisnis yang baru dibuka atau sedang dalam tahap perintisan (pionir) biasanya butuh banyak perjuangan di awal sebelum menuai keberhasilan, sebab di awal biasanya masih trial and error, masih belum menemukan pola atau jalannya, dan karyawan baru bahkan diri kamu pun masih dalam tahap belajar kan. Jadi, tangkap pesan saya di akhir bahasan ini adalah persiapkan manajemen risiko sebaik mungkin agar kamu dapat mengunci (meminimalkan) faktor risiko sekecil mungkin untuk melindungi bisnismu dari kerugian yang terlalu dini agar bisa lebih cepat meraih keberhasilan yang diharapkan. Untuk tahap awal, tetapkan goal-goal kecil dulu sebagai tolok ukur keberhasilanmu. Tidak perlu muluk-muluk atau terlalu tinggi untuk tahap awal. (Tapi untuk jangka panjang kamu boleh menaruh mimpi setinggi langit bisnismu mau dibawa ke mana.) Tapi untuk tahap awal (karena baru memulai) sebaiknya mimpimu jangan muluk-muluk. Tujuannya supaya kamu bisa bekerja dengan enjoy dan tidak terlalu stres karena pikiranmu terlalu terbebani. Sebab kalau pikiranmu stres kamu tidak akan bisa produktif dalam bekerja. Oleh karena itu nikmati saja perjalanan langkah-langkah awal dan rayakan keberhasilan kecil-kecil. Ingat, tiap goal kecil yang tercapai merupakan peta perjalananmu menuju tangga keberhasilan yang sebenarnya. So, lepaskan segala pikiran stres. Nikmati hari-harimu dengan senyum, dengan pikiran enteng, dan yang penting KEEP DOING THE ACTIONS! Ayo Semangat! Bangkitkan daya juang! POWER UP YOUR POWER!

 

Silakan tulis COMMENT dan boleh di SHARE bila bermanfaat. Nyam nyam…