Smoking cause cancer! So, how to stop smoking in an easy way?

Bila Anda sebelum ini pernah merokok, maka mulai sekarang sebaiknya Anda berhenti merokok. Wanita yang menjadi perokok aktif berisiko 2 (dua) kali lebih besar daripada mereka yang tidak perokok. Namun wanita perokok pasif pun memiliki risiko cancer dalam jangka panjang bila hampir tiap hari terpapar asap rokok.

Sebenarnya ada segudang alasan yang bisa dilontarkan orang karena merasa sulit berhenti merokok atau melepaskan diri dari keterikatannya pada rokok. Misalnya, karena semua temannya merokok maka ia pun ikut merokok, ia sudah mencoba berhenti tapi tidak bisa, merokok dianggap sebagai bagian dari identitas diri nya, merasa kepercayaan diri nya meningkat kalau merokok atau alasan lainnya. Pendapat yang mengatakan: “Merokok dapat meningkatkan kepercayaan diri” itu hanyalah sugesti pikiran saja! Buktinya, di luar sana, masih banyak orang bisa memiliki kepercayaan diri yang baik dan mereka tidak merokok!

Apakah karena Anda sudah berusaha mencoba berhenti merokok namun sering gagal lantas Anda menyerah dengan terus mengonsumsi rokok? Stop rokok! Serius! Kalau Anda tahu apa akibat dan efek buruk dari rokok, seperti penyakit cancer (Cancer mulut, cancer paru, cancer lain-lain), penyakit jantung, impotensi dan gangguan janin, apakah Anda masih terus ingin merokok?

 

Tahukah Anda?

Faktor risiko cancer akibat merokok sangat berhubungan dengan jumlah batang rokok yang dikonsumsi; dan bukan lamanya waktu orang merokok.

Jadi, ambil contoh katakanlah walaupun seseorang baru merokok satu minggu, tapi ia sudah menghisap ratusan batang rokok dalam seminggu; dengan rata-rata sehari mampu menghabiskan 2 (dua) pak rokok dimana satu pak isinya 12 batang rokok. Berarti sehari Anda menghisap 24 batang rokok. Berbeda dengan orang yang sudah merokok satu tahun dengan hanya menghabiskan satu batang rokok sehari.

Yang lebih penting bukanlah berapa lama nya orang merokok; bukan pula berapa jumlah batang rokok yang boleh dihisap agar jangan sampai terkena cancer; tapi esensi pembelajaran lain yang jauh lebih penting adalah mindset kita, yaitu:

Pertama, milikilah mindset bahwa rokok itu adalah racun yang berbahaya bagi tubuh. Jadi, kalau rokok itu adalah racun, berarti Anda dapat samakan produk ini dengan produk-produk berbahaya lainnya. Kalau Anda sudah ‘melek’ (artinya: sudah bisa memahami) bahwa rokok itu racun dan sama dengan racun-racun lainnya, tentu Anda akan merasa jijik dan tidak mau mengonsumsinya lagi.

Kedua, kalau Anda betul-betul sayang pada Istri dan Anak-anak Anda, apalagi bila Anak-anak Anda masih sangat kecil atau belum dewasa; apakah Anda tega meninggalkan mereka hidup sendiri tanpa kehadiran seorang Ayah (yaitu Anda) bagi anak-anak dan seorang Suami bagi Istri Anda?

Miliki mindset bahwa kita tidak hidup untuk diri sendiri, tapi hidup untuk orang lain. Kita harus berusaha hidup sebaik-baiknya agar hidup kita berguna untuk orang lain. Artinya, kita berusaha menjaga kesehatan diri sendiri dan kesehatan orang lain.

Kalau kita betul-betul mencintai keluarga, tentu kita akan berpikir panjang (lebih jauh ke depan), sebab ia sadar bahwa hidup nya bukan lagi untuk diri nya sendiri, tapi untuk masa depan keluarga nya dan mereka yang masih membutuhkan kehadiran nya di dunia ini.

 

Ketiga, kalau kita sampai jatuh sakit dan tidak bisa lagi bekerja, siapa lagi yang susah kalau bukan Istri dan anak-anak? Bahkan, bukan hanya keluarga, tapi Saudara dan sahabat pun pasti akan ikut harus sedikit/banyak membantu biaya pengobatan kita, kan. Sekalipun kita sudah memiliki proteksi perlindungan jiwa dan asuransi kesehatan pun, janganlah kita egois, memikirkan kesenangan diri sendiri saja.

Oleh karena itu, stop merokok. Jangan biarkan rokok merusak kesehatan kita. Semoga para perokok bisa berhenti merokok sesegera mungkin demi Keluarga nya! Ingat anak-anak, istri Anda! Mereka masih membutuhkan Anda! Anda berhenti merokok bukan untuk Penulis, tapi untuk mereka yang Anda sayangi. Siapa lagi yang dapat menjaga dan men-support mereka kalau bukan Anda sebagai kepala keluarga, benar kan?!

Sebagai Sahabat, saya hanya bisa membantu memberikan nasihat, kalau Anda mau mendengarkan. Dan, yang mendapat manfaatnya bukan saya, tapi diri Anda sendiri. Semoga dengan melepaskan diri dari rokok, Anda bisa hidup lebih sehat dan terhindarkan dari berbagai risiko penyakit akibat merokok.